Siapakah teman
yang asik itu? Menurut televisi, ''teman yang asyik'' adalah rokok
Sampoerna. Tak Percaya? Bukankah pada akhir iklan rokok Sampoerna kita
dapat membaca di layar kaca: ''Sampoerna, teman yang asyik''? Iklan itu
muncul berulang-ulang, berpotensi memengaruhi pikiran remaja tentang
rokok.
Memang begitulah cara iklan rokok memengaruhi pikiran orang. Kali
ini kita cermati pesan-pesan dalam iklan rokok yang jelas-jelas
menyesatkan kaum muda. Iklan rokok adalah iklan yang membawa pesan
subliminal. Shrum (2010) menyatakan, subliminal adalah pesan atau
stimulus yang dicerap oleh persepsi dan alam otak bawah sadar, yang
diterima melalui medium gambar yang diulang-ulang. Pesan atau stimulus
ini cepat melintas sebelum individu dapat memprosesnya, lalu
perlahan-lahan memengaruhi dan mengubah pikiran sadar seseorang.
Sasaran iklan
rokok, dengan pesan subliminal yang membuai dan menyesatkan, adalah
kalangan muda. Padahal, produk yang diunsungnya sangat berbahaya. WHO
(2013) menyebutkan, perusahaan rokok adalah satu dari penjual dan
promotor produk yang paling manipulatif di dunia.
Memosisikan Produk
Mari kita lihat
beberapa pesan yang dibawah oleh iklan rokok di televisi. Iklan Club
Mild Cluboration, di bagian akhir muncul tulisan: ''makin banyak
inspirasi''. Tidakkah pesan ini mengajak remaja berpikir bahwa
mengkonsumsi rokok akan mengembangkan inspirasi? Ini dapat menjadi
pembenaran mitos merokok itu melahirkan inspirasi dalam benak seseorang!
Iklan Djarum Super menampilkan tagline ''my life, my adventure''
( kehidupan ku, petualangan ku ). Ini sebuah pesan yang dapat
mengarahkan alam bawah sadar remaja bahwa rokok adalah kehidupan dan
petualangan bagi anak muda. GG Mild dalam iklannya menampilkan kata-kata
''break the limit'' (lampaui batas). Iklan ini tampaknya mengajarkan
remaja untuk berani melakukan sesuatu yang melampaui batas-batas.
Bayangkanlah jika ''batas'' itu adalah menghisap rokok. Atau Iklan
cerutu Bohem Cigar No.6. Melalui tagline ''journey for the real
taste'' (perjalanan bagi rasa sesungguhnya), pesan iklan ini potensial
menggugah orang untuk merasakan bagaimanakan ''rasa sesungguhnya'' itu.
Ada lagi pesan yang mengasosiasikan merokok dengan karakter pemimpin.
Seperti, iklan rokok Gudang Garam Internasional yang menampilkan
kata-kata di layar kaca: ''New side of a leader New Touch of a leader''
Same great taste. Discover the new look of a leader. Lead Now!'' ( sisi
baru pemimpin. Sentuhan baru pemimpin. Rasa hebat yang sama. Temukan
tampilan baru pemimpin. Pimpin sekarang!). Iklan dengan pesan semacam
itu tentu berpotensi memengaruhi remaja yang sedang dalam proses
aktualisasi diri, termasuk untuk menjadi pemimpin. Iklan ini dapat
mengarahkan pikiran orang bahwa memimpin identik dengan merokok. Lain
lagi dengan iklan LA Lights yang jelas-jelas dapat diartikan mengajak
orang (kaum muda) untuk merokok. Pesannya ''Let's Do It!'' (ayo
kerjakan!). Iklannya pintar sekali bermain kata-kata. Mula-mula
menampilkan tulisan Don't Quit (jangan menyerah). Kemudian dari
kata-kata ini huruf-huruf N,T,Q, dan U hilang, sehingga hanya ada
huruf-huruf D,O,I, dan T, membentuk kata ''do it''. Jadi ( kerjakanlah)
dengan kata lain merokoklah. Dikaitkan dengan don't quit maka bisa-bisa
pesan yang dibawa iklan ini: jangan menyerah, ayo merokoklah''. Ada pula
iklan yang gagah perkasa mengatakan bahwa rokok adalah ''mahakarya
Indonesia'' Inilah pesan yang digemakan Dji Sam Soe. Adalah sebuah ironi
menyatakan bahwa rokok, produk bebahaya yang mengandung 4.000 zat kimia
69 diantaranya karsinogenik atau pencetus kanker) disebut sebagai
''Mahakarya Indonesia''
Dari Pesan yang dibawa iklan-iklan rokok televisi, jelas industri rokok berusaha keras melakulan positioning (memosisikan
produknya) dengan cara melakukan sesuatu terhadap otak calon pelanggan.
Ries & Trout 1986, dalam Kasali, 2000 menyatakan, positioning
berhubungan dengan bagaimana konsumen menempatkan produk di dalam
otaknya, di dalam alam khayalnya, sehingga calon konsumen memiliki
penilaian tertentu dan mengidentifikasikan dirinya dengan produk itu.
Permainan Pikiran
Iklan
rokok adalah contoh sebuah mind game ( permainan pikiran ) yang
dilakukan industri rokok dengan perencanaan matang dan langkah yang
tepat bagi target konsumennya, yakini kaum muda. Positioning rokok ini
dilakukan terutama melalui imajinasi yang hadir dalam pesan-pesan iklan
rokok, yang bertarung memasuki jendela otak kaum muda. Positioning merupakan
hubungan asosiatif. Begitu menonton iklan, konsumen akan langsung
merasa berasosiasi dengan subjek dan topik dalam tayangan iklan. Karena
tema iklan rokok khas anak muda, maka begitu menonton iklan TV, si
remaja akan merasa iklan rokok itu sangat dekat dengannya. Ditambah
''ajaran'' yang dibawa (let's do it, my life - my adventure, break the limit, dan
lain lain), maka lengkap sudah iklan rokok masuk ke pikiran kaum muda
bahwa rokok adalah produk memukau yang patut dinikmati karena berbagi
alasan yang diusung dalam iklannya.
Iklan
rokok menyesatkan remaja, Pesan yang memesona dengan permainan pikiran
yang canggih, menutup sama sekali kesan bahwa produk yang dipromosikan
adalah zat berbahaya yang adiktif. Pesan-pesan hebat itu merasuki
pikiran remaja tanpa mereka sadari, memangsa mereka dan menjadikan
mereka agar mau menjadi perokok. Sebagai orang dewasa atau orangtua,
kita harus menyadarkan anak-anak dan remaja kita tentang iklan rokok
yang sesungguhnya menyesatkan. Katakan kepada kaum muda, jangan mau
menjadi korban iklan rokok!
Sumber :blanter-forever.blogspot.com/